Jelang Imlek, Okupansi Penumpang Kereta Jember Meroket

Jelang Imlek, Okupansi Penumpang Kereta Jember Meroket
Spread the love

Okupansi penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi 9 Jember, Jawa Timur meroket jelang libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2018.

“Hari ini tiket kereta api untuk tujuan Surabaya yakni KA Mutiara Timur siang dan KA Mutiara Timur malam relasi Banyuwangi-Surabaya sudah terjual sekitar 90 persen, sedangkan KA Probowangi relasi Banyuwangi-Surabaya sudah habis,” ungkap Luqman Arif Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 di Jember, Kamis (15/2/2018).

Sedangkan untuk kereta jarak jauh seperti KA Sritanjung relasi Banyuwangi-Yogyakarta, KA Logawa relasi Jember-Purwokerto, dan KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon sudah terjual 75 persen baik melalui loket stasiun maupun layanan chanel eksternal dalam jaringan (daring).

“Kami prediksi penumpang kereta lokal yakni KA Pandanwangi relasi Jember-Banyuwangi akan penuh pada Jumat (16/2) dan kapasitas tempat duduk kereta lokal sebanyak 660 kursi, namun sesuai aturan total kapasitas angkut kereta lokal mencapai 150 persen dari jumlah tempat duduk,” tuturnya.

Luqman mengatakan okupansi penumpang selama libur panjang diprediksi mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan hari biasanya karena banyak masyarakat yang memanfaatkan liburan untuk berkunjung ke sanak saudaranya dengan menggunakan moda transportasi kereta api.

“Untuk itu, KAI Daop 9 Jember mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur panjang Imlek dengan menambahkan satu kereta ekonomi pada rangkaian KA Mutiara Timur siang dan malam yang beroperasi mulai hari ini,” katanya.

Ia mengatakan satu kereta atau gerbong kelas ekonomi untuk KA Mutiara Timur siang dan malam disediakan sebanyak 106 kursi, sehingga diharapkan semua penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta dapat terangkut semuanya. Sementara salah seorang penumpang Aysha Shakila mengaku sudah memesan tiket KA Logawa dengan tujuan Surabaya jauh-jauh hari untuk libur panjang akhir pekan Tahun Baru Imlek, agar tidak kehabisan tiket.

“Kereta api menjadi salah satu primadona dalam transportasi karena nyaman, bebas macet, dan bebas asap rokok, sehingga kami sekeluarga biasanya naik kereta untuk bepergian ke sejumlah tempat tujuan,” katanya.

Di Daop 9 Jember tercatat setiap hari terdapat tujuh keberangkatan KA jarak jauh yakni KA Mutiara Timur siang dengan relasi Banyuwangi-Surabaya, kemudian KA Mutiara Timur malam dengan relasi Banyuwangi-Surabaya, KA Sri tanjung dengan relasi Banyuwangi-Lempuyangan Yogyakarta, KA Probowangi dengan relasi Banyuwangi – Surabaya.

Kemudian KA Tawang alun dengan relasi Banyuwangi – Malang, KA Logawa dengan relasi Jember – Purwokerto, dan KA Rangga jati dengan relasi Jember – Cirebon, serta KA lokal sebanyak empat kali perjalanan yaitu KA lokal Pandan wangi relasi Jember – Banyuwangi (PP).