Panen Bawang Melimpah, Petani Justru Kesulitan Memasarkan

Panen Bawang Melimpah, Petani Justru Kesulitan Memasarkan
Spread the love

Semangat petani bawang merah di Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, merosot karena kesulitan memasarkan hasil panen.

Petani bawang merah Darmawan (39) melalui saluran telepon dari Kendari, Senin, mengatakan petani bawang merah terancam memikul beban kerugian karena hasil panen kesulitan pemasaran.

“Bawang merah hasil panen musim tanam awal tahun 2018 yang mencapai dua ton terancam rusak karena tidak ada pembeli luar daerah. Salah satu kendala pembeli luar daerah masuk Buton Utara karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan,” kata Darmawan.

Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar maka bawang Merah hasil panen dijual dengan “harga miring” hanya untuk memenuhi kebutuhan warga setempat, bahkan dijual ke tetangga rumah.

“Pemerintah daerah bersama asosiasi pengusaha dapat mencari solusi mengatasi kendala petani memasarkan hasil agar petani memiliki semangat menggarap lahan,” katanya.

Kabag Humas dan Perjalanan Dinas, Sadikin mengatakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian sudah menjalin komunikasi dengan pengusaha atau pengumpul komoditi Bawang Merah untuk menjawab permintaan petani.

“Sebenarnya pedagang pengumpul sudah mengetahui Kecamatan Wakorumba Utara panen Bawang Merah tetapi terkendala transportasi sehingga tidak menemui petani,” katanya.