Peringtan Malam Nisfu Sya’ban. Rawat NKRI Cegah Politisasi Masjid

Peringtan Malam Nisfu Sya’ban. Rawat NKRI Cegah Politisasi Masjid
Spread the love

Lintas5.com, Jakarta – Sekarang kita sudah memasuki bulan Sya’ban dan tidak lama Ramadhan akan segera tiba. Sebagaimana telah di ketahui bersama selain Ramdhan baginda Rasululloh memuliakan bulan lainnya dan salah satunya adalah bulan Sya’ban. Ketika bulan ini datang Rasulilloh selalu mengisinya dengan berbagai amalan-amalan dan di antaranya mengerjakan puasa.

“Selain berpuasa dibulan Sya’ban, juga sangat baik jika malam nisfu Sya’ban di jadikan waktu untuk berdo’a memohon kepada Alloh SWT agar dosa-dosa kita di ampuni. Karena dalam beberapa keterangan bahwa malam nisfu Sya’ban merupakan malam ampunan di mana Alloh SWT akan mengampuni segala sesuatu terkecuali dosa musyrik serta orang-orang yang dalam dirinya masih menyimpan kebencian,”ujar Ustaz Darun Ni’am sekretaris Yayasan masjid Baiturrahman Saharjo
Tebet Senin (30/4)dalam acara peringatan malam Nisfu Sya’ban.

Menurut Ustaz Darun Ni’am kebencian yang di maksud adalah upaya untuk memecah belah
ukhuwah islamiyah.

“Ada upaya-upaya dari segelincir orang untuk memecah belah ukhuwah islamiyah dengan cara menumbuhkan kebencian, menciptakan perpecahan serata melakukan politik-politik praktis di masjid
atau politisasi masjid,”terang Ustaz Darun Ni’am.

Menurut ulamah muda ini, bukan berarti urusan politik tidak boleh dibahas di masjid, pembahasan politik di masjid seharusnya menciptakan toleransi di masyarakat, bukan berisi caci maki dan hinaan yang mendangkalkan pola pikir umat Islam.

“Masjid yang sejatinya dibuat tempat beribadah kepada Alloh SWT dan dakwah-dakwah yang
menyejukkan dan sebagai majelis ilmu, beralih fungsi menjadi ajang khotbah tentang kebencian dan permusuhan,” katanya.

Sementara pembina yayasan masjid Baiturrahman Saharjo H. Agus Djunaedi SH.MH mengatakan cinta tanah air sebagian dari iman, hal ini di contohkan oleh baginda Nabi besar Muhammad SAW kecintan beliau atas tanah kelahirannya yakni Mekkah.

”Apa yang telah di wariskan Rosululloh tentang kecintaannya terhadap Mekkah sebagai tanah kelahiran menjadi contoh bagi umatnya untuk mencintai dan menjaga keutuhan NKRI. Jangan hal-hal yang kecil menjadi ajang caci maki, kebencian sehingga jauh dari sifat-sifat Rosululloh,”ucap H.Agus.

Banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid Baiturrahman Saharjo seperti kajian mingguan ceramah, tabliq akbar dan sebagainya di laksana sesuai dengan fungsi masjid.

“Kami ini hanya melayani jadi kami mendukung apapun kegiatan yang di lakukan jamaah masjid
Baiturrahman Saharjo asal sesuai dengan fungsi masjid yakni sebagai tempat ibdah, syiar islam dan majelis ilmu, jauhi dari Politisasi Masjid, jangan sisipkan acara keagaman di masjid sebagai panggung politik praktis,”tegasnya