Tangkal Politisasi, Pemuka Agama Adakan Deklarasi Tolak Politik Praktis di Masjid

Tangkal Politisasi, Pemuka Agama Adakan Deklarasi Tolak Politik Praktis di Masjid
Spread the love

Jakarta – Di tahun politik 2019 ini, di kwatirkan Pemilu mendatang akan menyisakan polarisasi politik yang juga berdampak pada publik ketika celah demokrasi dipakai untuk kepentingan pribadi maupun golongan.

Pemanfaatan sarana rumah ibadah, seperti masjid menjadi salah satu tempat politisasi semakin dekatnya pesta demokrasi yang akan berlangsung.

Maryanto Rahmat SPdI, Ketua FKDM Kelurahan Ulujami menyampaikan hal tersebut tidak perlu didukung.

“Politisasi masjid tentunya akan dapat merusak generasi-generasi penerus yang cinta Islami”, ujarnya di Jakarta, (3/6/2018).

Menurutnya dengan menjaga ketenangan dan kedamaian di bulan Ramadhan, masjid tentunya di gunakan untuk menunaikan sholat berjamaah. Jangan masjid dipakai untuk berpolitik,” papar Maryanto.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DKM masjid Jami At-Taqwa Ust. Maswan MPdI menyampaikan masalah politik praktis yang dilakukan di masjid adalah satu hal yang salah dan tidak dapat dibenarkan.

“Perlu di ketahui masjid adalah tempat ibadah. Jadi tugas kita sebagai umat muslim wajib menjaga kesucian dari masjid itu sendiri”, ujarnya.

Dan kami pengurus masjid Jami At Taqwa akan menolak secara keras jika masjid di jadikan tempat politik praktis, tegasnya dihadapan para jemaah.

Namun katanya lagi, berbeda jikalau masalah seseorang berceramah di dalam masjid dengan mengambil tema politik. Namun topik yang dibahas bukan politik praktis atau kekuasaan, tetapi politik kebangsaan dan keadaban. 

Selain menyampaikan tausiah dihadapan para jemaah dikesempatan yang sama diadakan”Deklarasi Tolak Politik Praktis di Masjid” yang bertempat di masjid Jami At Taqwa yang beralamat di RW 02 Ulujami, Pesanggrahan. Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut hadir perwakilan dari DKM, tokoh agama, tokoh masyarakat dan FKDM serta Ikatan Remaja Masjid di wilayah kelurahan Ulujami.(rek/slh)