Memanusiakan Manusia, Sani Imam Santoso Tawarkan Konsep Swastanisasi Lapas

Memanusiakan Manusia, Sani Imam Santoso Tawarkan Konsep Swastanisasi Lapas
Spread the love

Lintas5.com, Jakarta – Banyak masyarakat berharap dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dapat memberikan jalan keluar untuk dilakukan pembinaan kepada napi dalam menjalani masa hukuman.

Namun, harapan itu seolah sirna ketika terbongkarnya tabiat busuk antara napi dan sipir bahkan kepala lapas sekalipun yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan.

Maraknya praktik suap di balik tembok penjara bahkan kelebihan kapasitas ruangan bagi para warga binaan seakan menjadi hal biasa saja yang terjadi hampir seluruh lapas di Indonesia.

Hal tersebut mengetuk pemikiran ahli hukum pidana Sani Imam Santoso yang menurutnya sistem pengelolaan lapas yang dianggap carut marut harus dirubah.

“Dengan begitu banyaknya persoalan yang terjadi di lapas mulai jumlah penghuni tak sebanding dengan kapasitas bahkan keterbatasan petugas yang menjadikan fungsi lapas tak bekerja secara maksimal”,ujarnya kepada media di kediamannya Jakarta,(26/7/2018).

Bahkan menurutnya dengan Kehadiran sistem pemasyarakatan sebagai pengganti sistem pemenjaraan diharapkan bisa membuat warga binaan menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi perbuatannya lagi, sehingga dapat diterima masyarakat.

Berdasarkan undang-undang, fungsi pemasyarakat yakni menyiapkan warga binaan pemasyarakatan agar dapat dapat berinteraksi secara sehat. Ini agar warga binaan dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab.

Melihat persoalan yang terjadi , berbagai macam tawaran untuk memperbaiki sistem dan tata pengelolaan lapas mulai bermunculan, salahsatu yang di tawarkan ahli hukum pidana ini Yang tertulis dalam buku karyanya “Penjara Swasta”: Pendekatan Kriminologi dan Teori Keadilan untuk Kepatutan Dilaksanakan di Indonesia.

Menurutnya lagi tawaran pengelolaan pencatatan oleh swasta dinilai mampu menjawab persoalan yang terjadi carut marut pengelolaan lapas.

“Buku ini tentunya kita berharap Menkumham untuk dijadikan salah satu acuan dalam mengurai persoalan-persoalan penjara di Indonesia dan kami juga berharap dilibatkan dalam merumuskan sebuah konsep memanusiakan manusia”,ujar Sani.

Menurutnya lagi, konsep swastanisasi penjara sesungguhnya untuk meningkatkan kualitas pembinaan terhadap warga binaan.

“Kita tahu banyak di negara lain, penjara dikelola swasta sudah sukses dijalankan, Tentu saja pihak swasta yang mengelola penjara harus memikirkan bagaimana penyediaan tenaga sipir untuk menjaga napi. Pihak penjara swasta itu juga harus memiliki program yang membimbing para napi agar bisa hidup normal setelah mereka keluar dari penjara”,jelasnya.

Lalu di mana Negara? Negara tetap mengawasi penjara swasta yang sudah dapat anggaran dari pemerintah bahkan Negara harus tetap memantau keselamatan para napi tentunya hanya berbagi kerja dengan pihak swasta.(rek/slh)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below