Periode Piala Dunia FIFA 2018, UCWeb Dan Lazada Luncurkan Data Konsumsi Konten Dan Belanja e-Commerce

Periode Piala Dunia FIFA 2018, UCWeb Dan Lazada Luncurkan Data Konsumsi Konten Dan Belanja e-Commerce
Spread the love

Lintas5.com, Jakarta, 26 Juli 2018 – Piala Dunia FIFA 2018 telah berakhir, namun antusiasme dari masyarakat Indonesia tetap bersemarak. Sejak kick-off pada 14 Juni 2018, ada pertumbuhan signifikan dalam transaksi e-commerce untuk produk tertentu. Bekerja sama dengan Lazada, UCWeb meluncurkan laporan data tentang konsumsi konten dan belanj a e-commerce selama periode Piala Dunia FIFA 2018. Menurut data penjualan Piala Dunia dari LAZADA, Komputer & Laptop serta Tablet Seluler memiliki peningkatan penjualan terbesar selama musim sepak bola. Selain itu, smartphone adalah barang terlaris sepanjang piala dunia 2018.

5 kategori terlaris adalah fashion, aksesori, kesehatan & kecantikan, tas & perjalanan, serta rumah & tempat tinggal. Untuk produk tunggal, data dari LAZADA menunjukkan bahwa Smartphone, brand kecantikan dari Korea: Nature Republic, Headphone JBL, Jam Tangan, serta Cuka Apel Bragg adalah 5 item paling laris. Terdapat peningkatan penjualan yang cukup signifikan di setiap kota di Indonesia, namun kota Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Surabaya adalah 5 kota pembeli teratas selama Piala Dunia. Dari atas semua data tersebut, omset penjualan tertinggi terjadi pada 3 Juli 2018.

“UCWeb adalah platform mobile browser dan content distribution terdepan dalam studi perilaku pengguna internet. Bekerja sama dengan LAZADA, kami berharap dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para pembuat konten dan pengiklan kami sehingga mereka dapat menargetkan audiens dengan lebih baik, ” ungkap Damon Xi, General Manager – India & Indonesia, UCWeb, Alibaba Digital Media dan Entertainment Group. Menurut Damon, sebagian data berasal dari UC Trends, layanan data dan platform indeks tren dari UCWeb yang akan diluncurkan di Indonesia dalam waktu dekat.

Menurut laporan yang sama, UC Browser tetap menjadi sumber utama untuk mengakses konten mengenai sepak bola. 400 juta total page views konten sepak bola dihasilkan di UC Browser, dengan rata-rata kunjungan pengguna internet Indonesia minimal 3 kali selama Piala Dunia 2018. Artikel yang paling banyak dilihat selama ini adalah sneak peek pertandingan Spanyol VS Portugal yang diterbitkan oleh FMA World Cup 2018. Total waktu yang digunakan untuk video konten terkait Piala Dunia UC adalah 800.000 jam yang setara dengan rentang waktu 91 tahun.

Partisipasi besar dari UC We – Media Blogger untuk memenuhi permintaan pengguna

Dengan meluncurkan kompetisi penulisan blog bertema Piala Dunia, platform UC We-Media mendapat partisipasi besar dari para blogger We-Media. Sebanyak 2.000 blogger menghasilkan hampir 30.000 artikel dengan berbagai bentuk seperti grafik, galeri dan video pendek demi memenuhi permintaan besar pengguna selama musim Piala Dunia. Para blogger terkenal termasuk Hardimen Koto, Ronny Pangemanan, Yon Bayu, AlvinAdamStory, pepekomik, gandhifernando, dan Movfreak dll.

Upaya Berkelanjutan dari UC Browser untuk Pengembangan Sepak Bola Indonesia

Sebagai platform mobile browser dan content distribution di Indonesia, sepakbola mengilhami UC Browser untuk memberikan kontribusi berkelanjutan kepada komunitas sepakbola lokal serta memberdayakan anak-anak Indonesia untuk mengejar mimpi menjadi pemain sepakbola profesional. Berkolaborasi dengan Uni Papua (organisasi sepak bola sosial), UC Browser membentuk UNI Papua UC Football team dengan 11 anak berbakat yang dipilih dari 9 wilayah berbeda di Indonesia. Mereka diberikan pelatihan selama satu minggu di Jakarta.

“Kami sangat menghargai dan berterima kasih kepada UC Browser untuk kontribusi serta dukungan bagi kami dalam mengatur kampanye filantropi sepakbola untuk anak-anak. Kerja sama ini sangat berarti bagi Uni Papua dan anak-anak. Kami sangat bahagia melihat anak-anak ini dapat memperoleh kesempatan untuk mengasah keterampilan mereka, memperluas persahabatan serta memperkaya pengalaman mereka. Kami berharap kerjasama seperti ini dapat terus memberikan lebih banyak kesempatan berharga kepada anak-anak di Indonesia, ”tutup Harry Widjaja, Pendiri dan CEO Uni Papua