BNN Bidik Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar

BNN Bidik Peredaran Narkoba di Kalangan Pelajar
Spread the love

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengintensifkan pengawasan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Peredaran narkoba di kalangan pelajar kini kian marak, kami melakukan antisipasi melalui upaya preventif dengan melakukan razia dan sosialisasi pencegahan narkoba di kalangan pelajar,” tutur Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman Kuntadi, Sabtu (11/8/2018).

Menurut dia, sudah beberapa tahun terakhir ini BNN Kabupaten Sleman kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk penyuluhan bahaya narkoba. Semisal dalam rangka kegiatan pengenalan sekolah.

“Animo sekolah terhadap kegiatan semacam ini terbilang cukup baik bahkan kami sampai kesulitan tenaga karena hanya didukung 30 orang personel,” katanya.

Ia mengatakan, sosialisasi bahaya narkoba sering diminta sekolah-sekolah pada saat pelaksanaan masa pengenalan sekolah.

“Dalam sehari kamu bisa berkunjung ke empat sampai lima sekolah. Namun sejauh ini persoalan itu bisa diatasi dengan menggandeng kader penggerak di tingkat masyarakat dan sekolah,” katanya.

Kuntadi mengatakan, selain sosialisasi, BNN Sleman juga menggelar operasi rutin bekerjasama dengan Satpol PP dengan sasaran siswa yang berada di luar sekolah saat jam pelajaran.

“Pelajar yang terjaring operasi di luar akan dites urine. Pernah kami lakukan operasi di wilayah Pakem, dan didapati oknum pelajar yang hasil tesnya positif. Terhadap yang bersangkutan dilakukan pembinaan dan dikembalikan ke orang tua, tidak sampai diproses hukum karena cuma terindikasi saja tanpa temuan barang bukt,” katanya.

Ia mengatakan, dalam satu tahun, kegiatan operasi ini setidaknya diadakan tiga kali. Dari pemetaan BNN, ada beberapa lokasi rawan penyalahgunaan narkoba terutama Kecamatan Depok.

“Kamu harus ekstra waspada karena Sleman bukan sebagai daerah transit narkoba tapi jadi pasar. Transitnya di daerah perbatasan seperti Magelang dan Klaten, selanjutnya barang masuk ke Sleman sudah berupa paketan kecil,” pungkasnya. (HYS/Ant)