Berapa Sih Gaji CEO Go-Jek dan Bukalapak

Berapa Sih Gaji CEO Go-Jek dan Bukalapak

Sebagian besar orang terkadang dibuat penasaran oleh gaji dari CEO. Berapa sih gaji seorang CEO? Pasti besar banget ya? Pasti CEO itu orang kaya ya? Kurang lebih seperti itu pertanyaan yang terngiang-ngiang di setiap kepala masyarakat. Kali ini kita akan menjelaskan mengenai gaji seorang CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky.

Mendirikan sebuah startup bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi untuk menjadikannya masuk ke dalam daftar unicorn di Indonesia. Asam-manis perjalanan bisnis tentu sudah dirasakan oleh setiap pendiri dan pemimpin bisnis tersebut.

ADVERTISEMENT

Nadiem Makarim yang saat ini berusia 34 tahun telah sukses menjadikan Go-Jek sebagai unicorn startup Indonesia yang memiliki tingkat valuasi tertinggi kedua setelah Tokopedia. Sama halnya dengan Bukalapak, kejayaannya saat ini sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, Achmad Zaky, CEO Bukalapak yang saat ini berusia 32 tahun berhasil mendaftarkan Bukalapak sebagai unicorn startup Indonesia ke-4, menyusul keberhasilan dari Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka.

Lantas, kira-kira berapa gaji yang didapatkan oleh mereka yang menjabat sebagai CEO, ya?

Dalam video Mata Najwa, Nadiem dan Zaky diberikan pertanyaan yang membuat mereka kikuk untuk menjawabnya. Berapa besaran gaji seorang CEO? Nadiem mengatakan, gaji yang ia dapatkan tidak sebesar apa yang orang-orang bayangkan. Ia menjelaskan bahwa melihat setiap driver Go-Jeknya bangga mengenakan atribut sambil memancarkan senyum kebahagiaan, sudah membuatnya merasa puas dan bangga menjadi CEO. Gaji tidak melulu soal besaran nominal, namun tingkat kepuasan juga.

Lain halnya dengan Zaky, ia mengategorikan gajinya dengan menyebutkan, “cukup”.

“Alhamdulillah gaji saya cukup untuk nyicil rumah di pinggiran Jakarta, cukup untuk kirim ke orang tua, cukup untuk setor ke istri,” ungkapnya.

Kepuasan yang dia dapatkan berbeda dengan Nadiem. Zaky mengatakan bahwa kepuasan yang sudah dia dapatkan semenjak menjadi CEO adalah ia mampu belajar apapun, dan melakukan apapun.

“Kalau jadi pekerja biasa, saya rasa saya susah untuk belajar apapun. Tapi semenjak jadi CEO, saya dapat belajar dari mana saja. Saya bisa belajar dari CEO yang lain, saya bisa mengambil kebijakan, saya juga bisa main iklan,” jelasnya sambil tertawa.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below