Elektabilitas Jokowi ‘Mentok’, Pengamat: Jangan Cuma Andalkan Infrastruktur

Elektabilitas Jokowi ‘Mentok’, Pengamat: Jangan Cuma Andalkan Infrastruktur

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan pemerintah perlu menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur yang tengah digencarkan merupakan instrumen keadilan sosial dan tidak hanya sekadar pembangunan fisik.

“Seharusnya pemerintah mengampanyekan dan menciptakan kepercayaan publik bahwa infrastruktur bukan hanya benda mati saja, namun juga soal kebudayaan. Membangun MRT dan LRT juga menciptakan budaya baru, misalnya budaya tepat waktu,” kata Burhanuddin dalam diskusi bertajuk “Politik, Pembangunan, dan Infrastruktur” di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Doktor lulusan Australian National University itu berpendapat pemerintah jangan hanya sibuk meresmikan proyek jalan tol atau proyek-proyek lain yang hanya akan diakses kelompok terbatas.

“Kalau Presiden (Joko Widodo) meresmikan jalan tol, seolah hanya berpihak ke masyarakat yang punya akses ke jalan tol saja. Infrastruktur sebagai instrumen keadilan sosial kurang kuat. Presiden seharusnya lebih sering meresmikan proyek rumah sosial atau bendungan misalnya,” ucap dia.

“Masyarakat puas dengan kinerja pemerintah di bidang infrastruktur. Akan tetapi, tingkat kepuasan hanya 68 persen dan sulit naik lagi. Pemerintah perlu pendekatan lain untuk menaikkan tingkat penerimaan oleh masyarakat,” ujar dia.