Club Deluxe Digerebek, 6 Diamankan 6 Pengunjung The Boss Kabur

By: On:
Club Deluxe Digerebek, 6 Diamankan 6 Pengunjung The Boss Kabur

urabaya – Menjelang peringatan hari anti narkotika internasional 2017, Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Surabaya, melakukan razia gabungan di tempat hiburan malam kota Surabaya. Hasilnya, 6 (enam) orang diamankan dari Club Deluxe di jalan Tunjungan, Genteng Surabaya. Mereka terindikasi menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine. Selanjutnya, lembaga anti-narkoba itu mengusut asal usul narkoba di tempat dugem yang disebut-sebut milik Kris Lo, warga negara asing (WNA) asal Singapura.

Enam orang yang terjaring di Club Deluxe dan hasil tes urinenya menunjukkan positif dengan rincian 4 orang pria dan 2 lainnya wanita. Mereka adalah ESI (22), perempuan yang berprofesi penyanyi dan beralamatkan di Pulosari, Surabaya. Kemudian, Fi (23), perempuan asal Cijujung Bobojong Cianjur, Jawa Barat. Sedang empat pria yang diamankan, HWS yang tinggal di Raya Kutisari Indah Surabaya. Lalu, S tinggal Manyar Kertoadi Surabaya; TKC (30), tinggal di Bukit Telaga Golf Citraland dan WB (30) asal Darmo Permai Selatan, Surabaya.

“Saat ini kami sedang melakukan pendalaman terhadap sumber narkotika yang dikonsumsi mereka, dilanjutkan penelusuran jaringan. Setelah itu akan dilakukan assesment oleh tim terpadu sehingga akan disimpulkan tingkat ketergantungannya yang selanjutnya akan ditempatkan pada Balai Rehabilitasi Narkotika,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Chandra.

Tes urine sempat membuat beberapa orang pengunjung terkejut karena ada razia. Di tempat hiburan yang dikelola Mahmud sebagai General Manager ini, satu per satu room karaoke itu dibuka oleh petugas gabungan. Satu persatu orang yang didalamnya turut dibawa dan diambil kartu pengenalnya untuk antri menjalani tes urine. Setelah kurang lebih 1 jam, petugas menemukan enam orang positif. Satu dari mereka positif methapetamine sedangkan lima lainnya positif amethapetamine.

Keenamnya pun dibawa ke kantor BNNP Jatim, untuk proses pendalaman. “Dengan adanya razia tersebut diharapkan ruang gerak para pengedar atau bandar narkoba maupun pemakai akan semakin sempit, sehingga tingkat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Surabaya ini dan Jawa Timur pada umumnya dapat ditekan atau setidak-tidaknya berkurang,” papar Wisnu yang memimpin razia dengan kekuatan 100 personil.

Selain petugas BNNP Jatim dan BNNK Surabaya, razia ini juga melibatkan Pomal Lantamal V, PM TNI AD, Gartap III, Brimob Polda Jatim, dan Satpol PP.

Ricuh di The Boss

Meski melibatkan aparat gabungan, mereka sempat bersitegang dengan sejumlah pengunjung saat merazia The Boss Club and Karaoke yang terletak di Komplek Ruko Vida Jalan Mayjen Sungkono Surabaya. Kericugaan terjadi karena pengunjung tak ingin difoto oleh beberapa awak media yang hadir. Namun dengan tegas petugas langsung mengarahkan mereka untuk tes urine.

Kendati tak menemukan pengunjung yang terindikasi narkoba, tapi kejadian mengejutkan terlihat saat enam pria kabur melalui pintu belakang tempat rias para LC (purel) The Boss. Mereka kabur dibantu oleh seorang security setelah sempat berbincang dengan petugas BNNK Surabaya. “Random pak tesnya,” ucap security tersebut saat ditanya kenapa mengeluarkan orang-orang tersebut.

Sementara razia di dua tempat lainnya, yakni Penthouse Club di Jl Ngagel dan Kantor Club Jl Semut Kali, petugas tak mendapatkan apa-apa. Puluhan orang yang dites urine dari dua tempat itu, semua pengunjung negatif dari pengaruh narkoba.

“Razia ini akan kita lakukan secara kontinyu dan selektif prioritas untuk mencegah peredaran narkoba, baik di lokasi hiburan malam atau di tempat-tempat lainnya yang mungkin dijadikan tempat peredaran narkotika,” tandas AKBP Wisnu Chandra.

Sementara itu, GM Club Deluxe Mahmud yang dikonfirmasi terpisah belum menjawab konfirmasi yang dilakukan Surabaya Pagi. Dihubungi melalui ponselnya, tidak terdengar nada sambung. Ketika didatangi kantornya, tadi malam, menurut security Deluxe, Mahmud belum datang. “Belum datang mas,” ucap security tersebut.

Club Deluxe ini sempat menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk DPRD, lantara sempat bermasalah dengan Pemkot Surabaya soal uang sewa gedung. Sedang Kris Lo sendiri sempat dibidik Imigrasi Surabaya lantaran diduga menyalahi ijin tinggal di Surabaya.