Refleksi 72 Tahun Kemerdekaan RI, Indonesia Harus Bebas Dari Kebodohan Dan Kemiskinan

By: On:
Refleksi 72 Tahun Kemerdekaan RI, Indonesia Harus Bebas Dari Kebodohan Dan Kemiskinan

Jakarta – Memasuki 72 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, bangsa ini mengalami banyak pasang surut persoalan. Mulai dari kemiskinan, utang yang membengkak, korupsi yang merajalela dan tentu banyak persoalan lainnya. Padahal cita-cita negara ini adalah mensejahterahkan dan memakmurkan kehidupan masyarakat.

Gambaran ini terlintas saat acara diskusi malam keakraban kebangsaan yang di gagas Lintas OKP yang tergabung dalam Kelompok Cipayung plus DKI Jakarta yang mengangkat tema “Refleksi 72 Tahun Kemerdekaan Menuju Indonesia Yang Dicita-Citakan”.

Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat Dan Utara, Nazar menyampaikan bahwa sampai saat ini Kemerdekaan yang paling penting saat ini adalah Indonesia harus merdeka dari kemiskinan.

“Kita bisa lihat pembangunan di Indonesia tidak menyentuh sampai ke daerah bahkan infrastrukturpun belum menyeluruh sampai kedaerah dan ini mengambarkan carut marutnya perokoniam Indonesia”, ujarnya saat memberikan materi diskusi di Sekretariat PMKRI di Jakarta,(30/8/2017).

Ia juga menambahkan bahwa sektor pendidikan menjadi sektor yang paling berpengaruh majunya sebuah bangsa.

Dikesempatan yang sama, Ketua umum GMKI Jakarta Tamtam Sanjaya juga menambahkan bahwa saat ini pentingnya para mahasiswa untuk melakukan kontrol terhadap pembangunan.

“Kita semua harus ikut berpatisipasi dalam upaya melakukan pengontrolan terhadap dinamika pembangunan dan kita sebagai mahasiwa harus bersatu”,ungkap Ketua GMKI Jakarta.

Pertanyaan pentingnya adalah apakah selama 72 tahun bangsa ini sudah sesuai dengan cita-cita dan amanat pendiri bangsa.

Hal inilah yang di sampaikan Ketua GMNI Jakarta Pusat, Jacy yang mengatakan perjalanan bangsa selama 72 tahun ini apakah masyarakat telah menikmati hasil kemerdekaan.

“Mengapa persoalan bangsa ini yang tidak kunjung selesai bahkan menghabiskan energi kita?, persoalan saat ini kita tidak tau siapa kawan kita dan lawan kita, tapi yang jelas kemiskinan, kebodohan adalah musuh bersama yang harus kita lawan”,tegas Ketua GMNI.

Hal yang terpenting dalam intisari diskusi adalah Kemerdekaan yang paling penting saat ini adalah Indonesia harus merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan dan merdeka dari campur tangan pihak luar.

Dalam acara diskusi yang bertemakan “kemerdekaan menuju Indonesia yang di cita citakan” di hadiri para ketua umum Kelompok Cipayung Plus seperti Bintang Ketua GPII Jakpus, Wiryawan Ketua Hikmahbudhi Jakut, Arif Ketua Perisai jakarta, Nara Asnanda ketua KMHDI Jakarta, Katon Ketua PMKRI Jakarta Pusat.(Rdk/slh)