Hadapi Daya Saing Bangsa, Rektor : Lulusan Harus Dibekali Kewirausahaan

Hadapi Daya Saing Bangsa, Rektor : Lulusan Harus Dibekali Kewirausahaan

Jakarta – Digelarnya Wisuda Universitas Pancasila (UP) Semester Genap Tahun 2016/2017 dan sekaligus perayaan Dies Natalis yang ke 51 yang kali ini mengangkat tema,”Peran Perguruam Tinggi Dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa Melalui Kewirausahaan Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila.

Saat memberikan keterangan pers kepada awak media, Rektor UP, Prof. Dr. Wahono Sumaryono, Apt, menegaskan sebagai universitas yang menyandang nama besar dari dasar negara yaitu Pancasila tentunya nilai Nilai pancasila selalu diterapkan dilingkungan UP.

” Dengan menyandang nama pancasila tentunya UP selalu membangunan sebuah nilai karakter melalui mata kuliah Pancasila dan Filsafat Pancasila dalam kurikulum”,ujarnya di Jakarta,(3/10/2017)

Menurut Ia , agar seluruh lulusan memiliki semangat, jiwa, kepribadian dan budaya Pancasila yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Dikesempatan yang sama, Ketua Pembina Yayasan Dr. (HC). Ir. Siswono Yudo Husodo juga menambahkan agar para lulusan tidak mudah putus asa sewaktu gagal, karena hal tersebut adalah bagian dari berusaha.

“Kita ketahui Angkatan kerja kita sudah 130 juta dan 11% adalah sarjana dan jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja negara tetangga Malaysia yang sudah mencapai 22%,” ungkapnya.

Menurutnya hidup di jaman sekarang ini, akan banyak profesi yang kemarin tidak ada, kedepan jadi ada. Dan bagi lembaga pendidikan bagakmana mempersiapkan tenaga-tenaga kerja jadi itu tidak mudah.

“Dengan hampir 60.000 lulusan yang tersebar diseluruh Indonesia dengan berbagai profesi. “Tidak ada yang membanggakan kami, selain melihat anak didik kami yang sudah menjadi orang yang sukses,” jelas Siswono.

Sedangkan Prof Intan Ahmad PhD menyampaikan bagian kecil dari orasi ilmiah, sekarang ini, jamannya perubahan, ada yang bisa kita tingkatan dalam hal yang berbeda bagi negara lain, dalam menghadapi revolusi industri.

“Bagimana kita menyikapi, kampus-kampus harus menyiapkan potensi lulusan untuk menghadapi abad 21 ini,” pungkasnya. (I5/rdk)